LANGKAT – Pelaksanaan proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 di Desa Paya Tusam, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, menuai sorotan warga.
Proyek dengan anggaran yang tercantum pada papan informasi sebesar Rp136.141.800 tersebut dipersoalkan warga. Mereka bahkan telah menyampaikan surat pernyataan keberatan kepada sejumlah pihak, termasuk aparat penegak hukum (APH).
Berdasarkan keterangan dan dokumen yang dihimpun wartawan, Sabtu (26/9/2026), warga mempertanyakan pelaksanaan pekerjaan TPT tersebut serta dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran yang tercantum dengan realisasi pekerjaan di lapangan.
Dalam surat keberatan warga, disebutkan adanya dugaan bahwa proyek tersebut tidak direalisasikan sesuai dengan nilai anggaran yang tercantum. Warga menduga pekerjaan yang dilaksanakan hanya menghabiskan sekitar Rp30 juta.
Atas dugaan tersebut, warga mempertanyakan ke mana selisih anggaran proyek tersebut dan meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana Desa dimaksud.
Warga juga mengkhawatirkan kualitas bangunan apabila pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai perencanaan teknis dan anggaran yang telah ditetapkan.
Pantauan berdasarkan foto dokumentasi yang diterima redaksi, papan informasi proyek mencantumkan pekerjaan Tembok Penahan Tanah Dusun IV, lokasi Dusun IV Sidodadi Panglong, dengan biaya Rp136.141.800, sumber dana Dana Desa (DD) dan tahun pelaksanaan 2024.
Sementara itu, surat keberatan warga disebut telah disampaikan kepada sejumlah pihak sejak 13 Desember 2025, termasuk kepada APH. Warga berharap laporan tersebut tidak berhenti sebatas surat pengaduan, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan secara transparan.
Warga meminta pihak berwenang melakukan verifikasi terhadap volume pekerjaan, spesifikasi teknis, penggunaan material, realisasi anggaran serta dokumen pertanggungjawaban proyek untuk memastikan apakah pelaksanaan kegiatan telah sesuai dengan ketentuan.
Terkait tudingan adanya dugaan mark-up dan ketidaksesuaian penggunaan anggaran tersebut, hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Paya Tusam berinisial Su alias Tol belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi Kepala Desa Paya Tusam maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi atas persoalan tersebut.
(Tim)
