Tapanuli Tengah — Jembatan Armco di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, roboh akibat curah hujan yang cukup tinggi pada Rabu (11/8/2026) sekitar pukul 20.20 WIB. Hal ini dilaporkan Banbinsa 05/Kolang, Serda Armin Simanjuntak.
Curah hujan yang cukup tinggi mengguyur kawasan hulu sungai menyebabkan debit air meningkat drastis, sehingga struktur jembatan tidak mampu menahan tekanan arus yang kuat. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung vital ke wilayah Desa Bair, sehingga robohnya jembatan ini sangat berdampak pada aktivitas masyarakat setempat.
Kondisi di lokasi menunjukkan badan jembatan Armco telah hilang terbawa arus air, sementara plat Armco masih berada di posisi semula. Selain itu, terdapat banyak tumpukan potongan kayu yang terbawa arus dari bagian hulu gunung dan menumpuk di sekitar jembatan, menambah kompleksitas situasi.
Penyebab sementara robohnya jembatan diduga akibat hantaman batu-batu besar yang terbawa aliran sungai serta tumpukan kayu yang menyumbat bagian gorong-gorong, sehingga memperbesar tekanan air terhadap konstruksi jembatan. Hal ini menyebabkan struktur jembatan tidak mampu menahan beban yang berlebihan.
Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, S.Hub., Int., M.H.I, menyampaikan bahwa situasi di lokasi masih dalam pemantauan dan berkoordinasi guna penanganan lebih lanjut serta percepatan pemulihan akses transportasi masyarakat. “Kami terus memantau situasi untuk segera melakukan penanganan dan pemulihan akses transportasi masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, tim Satgas penanggulangan bencana masih berada di lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan lebih lanjut. Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
