Redaksi24jam.com LUBUKLINGGAU – Kota Lubuk Linggau, salah satu Kota di Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel ). Dibawah Kepemimpinan H.Rachmat Hidayat sebagai Wali Kota dan H.Rustam Effendi Wakil Walikota 2025 – 2030 , terus berbenah dan percantik wajah kotanya.
Salah satunya yang digagas kan yang mengusung Tagline Linggau Juara ini yakni membangun sejumlah pedestrian tempat pejalan kaki.
Kini keberadaannya dimanfaatkan sebagian masyarakat sebagai lokasi spot foto yang instagramable dan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Lubuklinggau.
Sehingga tak jarang, sejumlah pedestrian yang sudah selesai dibangun dibeberapa titik di pusat kota, setiap sore ataupun malam banyak digunakan masyarakat tempat nongkrong dan berfoto. Pasalnya pedestrian tersebut dibangun dengan konsep kekinian dan ikonik layaknya seperti kota-kota besar di Indonesia dengan dilengkapi fasilitas tempat duduk dan lampu hias.
Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat melalui Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ( Disperkim ) Kota Lubuk Linggau, Febrio Fadhila kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah membangun pedestrian dengan konsep kekinian do sejumlah titik di tengah kota Lubuk Linggau. Titik tersebut yakni di Simpang RCA, depan kantor BPN atau Simpang Lapter, daerah Kayu Ara depan Pemkot Lubuk Linggau dan di Taman Inflasi.
“Kalau memang itu bagus dan diterima masyarakat, kita rencananya dari Simpang RCA sampai Lapangan Merdeka itu mau dibuat seperti itu juga,” kata Febrio yang akrab disapa Rio ini .
Namun rencana di tempat tersebut sambung Rio, polanya berbeda lagi dengan yang sudah-sudah. Sebab rencananya pola yang akan digunakan pihaknya yakni dengan menggunakan nuansa batik Lubuklinggau yang dipasang pada sarana bola yang ada di pedestrian.
“Polanya berbeda lagi, pakai nuansa batiknya Lubuk Linggau di bola-bolanya itu,” ujarnya.
Secara keseluruhan menurut Rio, pihaknya membangun pedestrian di kota Lubuk Linggau menggunakan konsep kekinian seperti di kota-kota besar yakni Bandung dan Palembang. “Jadi konsep kita itu kekinian ,” pungkasnya. ( Rif).
