Redaksi24jam – Pekanbaru, – Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengumumkan pembangunan jaringan irigasi berbasis air tanah di lima lokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Proyek senilai : Rp 7.125.085.364 dengan dana APBN 2025 ini dijadwalkan selesai dalam 155 hari kalender dan dikerjakan oleh PT Samudra Anugerah Indah Permai di bawah arahan PPK Air Tanah dan Air Baku.

Namun, berdasarkan pantauan awak media di lapangan, progres pekerjaan masih jauh dari target. Dari lima titik sumur yang direncanakan, hanya satu sumur di Desa Segomeng yang mencapai sekitar 90 % penyelesaian. Dua sumur lain di desa yang sama masih dalam tahap awal, sementara dua sumur di Desa Setatah baru selesai dibangun pondasinya.
Warga Desa Segomeng dan Desa Setatah yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengungkapkan kekecewaan. “Kami sudah menunggu air untuk mengairi sawah, untungnya kini musim hujan bisa terselamat tanaman padinya , kalau kita harap dari air sumur tersebut , alangkah gagal panen , buktinya pekerjaan tersebut sampai sekarang belum ada tanda‑tanda pekerjaan selesai,” kata salah seorang warga kepada awak media 3 Januari 2026.
Masyarakat setempat mendesak aparat penegak hukum dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun ke lokasi, mengusut kemungkinan adanya dugaan penyimpangan anggaran, serta memastikan proyek ini selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. “Demi menyelamatkan keuangan negara, kami berharap ada audit dan tindakan tegas,” tambah warga tersebut.
Kementerian PUPR hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait temuan ini. Awak media akan terus memantau perkembangan proyek dan menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang.(Team Redaksi)
