oplus_2


Kelahiran sang buah hati menjadi secercah kebahagiaan bagi keluarga yang tengah menghadapi cobaan akibat bencana alam.

Kepedulian Pemerintah Kecamatan Galang terlihat ketika Camat Galang, Dharma Bakti Harahap, S.Sos., didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Kesejahteraan Sosial, Daniel Pandapotan Barus, S.Sos., menjenguk Leliana di Puskesmas Galang.
Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang sedang menghadapi musibah, terlebih seorang ibu yang baru saja melahirkan di tengah kondisi banjir.
Dalam kunjungannya, Camat Galang bersama Plt. Kasi Kessos menyerahkan bantuan berupa perlengkapan dan kebutuhan bayi guna meringankan beban keluarga Leliana.
Kehadiran jajaran pemerintah kecamatan diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat terdampak bencana tidak dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian.
Turun ke Posko Pengungsian, Camat Galang Salurkan Bantuan Sembako
Tidak hanya menjenguk ibu yang baru melahirkan, pada Jumat (30/10/2026), Camat Galang Dharma Bakti Harahap bersama Plt. Kasi Kessos Daniel Pandapotan Barus juga turun langsung meninjau kondisi masyarakat terdampak banjir di Dusun II Desa Bandar Kuala.
Dalam kegiatan tersebut, Camat Galang menyerahkan bantuan sembako kepada warga di posko dapur umum dan posko pengungsian.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Desa Bandar Kuala, Ngasimen, bersama perangkat desa dan masyarakat setempat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang aktivitas sehari-harinya terganggu akibat banjir.
Dinas Sosial Deli Serdang Turun Tangan, Salurkan Bantuan Sandang dan Permakanan
Sebagai bentuk penanganan bencana secara terpadu, Pemerintah Kecamatan Galang turut mendampingi Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang dalam menyalurkan bantuan sandang dan permakanan bagi korban banjir di Dusun II Desa Bandar Kuala.
Turut hadir dari Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang, unsur Pekerja Sosial (Peksos), yakni Irnawati, S.E., Bambang Irawan, Hanafi Siregar, dan Tri Kondang.
Selain itu, hadir Kepala Pos III Galang BPBD Kabupaten Deli Serdang, Jeky Juliadi, personel Satpol PP Kecamatan Galang, serta personel Koramil 18/Galang.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya koordinasi lintas instansi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan diharapkan mampu mengurangi beban warga, khususnya keluarga yang harus meninggalkan rumah dan mengungsi akibat tingginya genangan air.

Di tengah upaya penyaluran bantuan kemanusiaan, kondisi infrastruktur yang terdampak banjir juga menjadi perhatian serius.
Camat Galang Dharma Bakti Harahap bersama Danramil 18/Galang, Kapten Inf Aris, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Merdeka di Desa Bandar Kuala.
Jembatan tersebut dilaporkan mengalami kondisi yang mengkhawatirkan akibat terjangan banjir dan dikhawatirkan terancam roboh.
Kondisi ini menjadi perhatian karena jembatan merupakan salah satu fasilitas penghubung yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Camat Galang mengimbau masyarakat Dusun II Desa Bandar Kuala agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.
Warga juga diminta tidak memaksakan diri melintasi jembatan yang kondisinya dinilai membahayakan sebelum dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Sementara itu, Danramil 18/Galang Kapten Inf Aris turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika debit air meningkat dan kondisi cuaca tidak menentu.
Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas di lapangan serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Banjir yang melanda Desa Bandar Kuala bukan sekadar persoalan rumah yang terendam atau akses jalan yang terganggu. Di balik musibah tersebut terdapat perjuangan keluarga, kekhawatiran orang tua, serta harapan masyarakat agar kehidupan mereka segera kembali normal.
Kisah Leliana yang melahirkan bayi perempuan di tengah musibah menjadi pengingat bahwa kehidupan dan harapan tetap tumbuh meskipun bencana datang tanpa diduga.
Di saat warga membutuhkan pertolongan, kepedulian pemerintah, aparat TNI, petugas sosial, BPBD, perangkat desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi masa sulit.
Bagi keluarga Leliana, kelahiran seorang putri di tengah kepungan banjir menjadi kebahagiaan tersendiri. Sementara bagi warga Bandar Kuala, bantuan dan kehadiran berbagai pihak diharapkan menjadi penyemangat untuk bangkit dari musibah.
Banjir boleh merendam rumah dan menghentikan aktivitas warga, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut tenggelam.
(LBagus)
