LUBUKLINGGAU, SUMSEL – Perselisihan yang diduga bermula dari persoalan air minum berujung maut. Sukri, seorang pedagang pisang molen di kawasan Pasar Inpres, Jalan Panorama, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, tewas setelah mengalami luka tusuk di bagian dada, Selasa (6/10/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika Sukri sedang berjualan. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban kemudian didatangi seorang pria berinisial H yang menuduh Sukri kerap mengganggu istrinya, Yuyun.
Tuduhan itu memicu cekcok antara Sukri dan H. Pertengkaran kemudian berkembang menjadi dugaan tindak kekerasan setelah H mengeluarkan senjata tajam.
Melihat senjata tersebut, Sukri berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari lokasi. Namun, korban diduga dikejar H bersama seorang pria berinisial U yang disebut merupakan keponakan H.
Dalam pengejaran tersebut, Sukri diduga ditusuk satu kali menggunakan senjata tajam pada bagian dada sebelah kiri. Korban kemudian terjatuh di jalan dalam kondisi mengalami luka serius.
“Setelah melakukan penusukan terhadap korban, pelaku melarikan diri meninggalkan TKP,” kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Lubuklinggau, IPDA Marco Antonio Panagian Butar-Butar, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memberikan pertolongan dan membawa Sukri ke RS AR Bunda Lubuk Linggau untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, luka yang dialami korban cukup parah. Setelah sempat mendapat perawatan, Sukri akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Berawal dari Persoalan Air Minum
Sementara itu, anak korban, Rijal Effendi, mengatakan persoalan tersebut bermula ketika ayahnya menegur Yuyun yang mengambil air minum milik adiknya.
“Peristiwanya itu karena ayah saya memarahi Yuyun, karena Yuyun mengambil air minum punya adik saya. Setelah itu, suaminya datang ke pasar dan menusuk ayah saya sampai akhirnya meninggal dunia,” ujar Rijal.
Menurut keterangan keluarga, persoalan tersebut kemudian disampaikan Yuyun kepada suaminya. H lalu mendatangi Sukri yang sedang berjualan di kawasan Pasar Inpres.
Namun, kepolisian menyebut dugaan motif dan rangkaian kejadian masih dalam proses pendalaman. Polisi juga masih melakukan penyelidikan terhadap keterlibatan H dan U dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Lubuk Linggau AKBP Catur Erwin Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP M Kurniawan Azwar dan Kanit Pidum IPDA Marco Antonio Panagian Butar-Butar memastikan kasus penusukan tersebut ditangani Satreskrim Polres Lubuk Linggau. ( Mang Rif)
