Redaksi24jam. SELATPANJANG – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kepulauan Meranti berlangsung kondusif dan penuh substansi. Serikat buruh mendeklarasikan dukungan terhadap Program Sabuk Kamtibmas di Lapangan Gelora, Selatpanjang, Minggu (3/5/2026).
Deklarasi dibacakan perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI), disaksikan Bupati H. Asmar, Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi, serta unsur Forkopimda, TNI, Kejaksaan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Sabuk Kamtibmas: Kolaborasi Cegah Konflik.
Program Sabuk Kamtibmas adalah inisiatif kolaboratif Polri, TNI, Pemda, dan masyarakat untuk memperkuat keamanan berbasis partisipasi publik. Fokusnya deteksi dini, pencegahan konflik, dan menjaga stabilitas sosial.
Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi menyebut dukungan buruh sebagai langkah strategis. “Peran buruh sangat penting dalam menjaga kamtibmas. Mari perkuat komunikasi dan solidaritas untuk hindari konflik sosial,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi buruh Meranti yang berhasil menjaga May Day kondusif selama 17 tahun terakhir dengan kegiatan positif.
Bupati: 5.005 Buruh Rentan Dijamin BPJS Ketenagakerjaan.
Bupati H. Asmar menegaskan buruh adalah motor penggerak ekonomi daerah. “Kami apresiasi dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan,” ujarnya.
Asmar membeberkan komitmen Pemkab: saat ini sudah dianggarkan perlindungan bagi 5.005 tenaga kerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan. “Perlindungan ini penting agar buruh bekerja tenang dan keluarga lebih terjamin, khususnya risiko kecelakaan kerja,” jelasnya.
Bupati juga mengajak jaga komunikasi cegah konflik ketenagakerjaan dan meminta warga laporkan peredaran narkoba.
Buruh Tagih Upah Sektoral TKBM & Perlindungan Pekerja Ritel.
Ketua Serikat Buruh Kepulauan Meranti, Raja Alfian, menyampaikan aspirasi di momentum May Day. Pertama, minta Pemda fasilitasi penetapan upah sektoral bagi pekerja bongkar muat darat dan laut (TKBM) untuk cegah konflik.
Kedua, soroti pekerja sektor ritel seperti minimarket dan kedai kopi. “Perlu perlindungan terkait upah dan jam kerja yang adil. Banyak yang kerja melebihi jam tapi upah di bawah standar,” kata Raja Alfian.
Momentum May Day adalah waktu yang tepat bagi buruh untuk menyuarakan aspirasi demi peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan sembako dan bibit pohon kepada perwakilan buruh oleh Bupati dan Kapolres bersama OPD.
Editor….zamri.
