Bengkalis-Duka mendalam menyelimuti keluarga Samosir setelah bayi laki-laki mereka meninggal dunia dalam perjalanan rujukan dari RS Permata Hati Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, menuju RS Awal Bros Pekanbaru, Jumat (16/1/2026) malam.Keluarga menduga adanya keterlambatan dan pembiaran penanganan medis.
Peristiwa bermula saat istri Samosir menjalani operasi caesar di RS Permata Hati Duri pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Usai dilahirkan, keluarga melihat kondisi bayi tidak normal, di antaranya tubuh membiru dan mengalami sesak napas.
“Saya lihat anak saya sudah membiru, tapi petugas bilang tidak apa-apa. Dua hari kemudian kondisinya makin kritis,” ujar Samosir Kepada Media, Selasa (20/1/2026) .
Keluarga mengaku sempat meminta agar bayi dipindahkan ke ruang perawatan intensif, namun ditolak dengan alasan keterbatasan fasilitas medis. Proses rujukan baru dilakukan pada Jumat sore, saat kondisi bayi dilaporkan sudah kritis.
Setibanya di RS Awal Bros Pekanbaru, tim medis menyatakan kondisi bayi sangat berat. Setelah dilakukan penanganan sekitar dua jam, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia.
Kekecewaan keluarga bertambah setelah muncul dugaan adanya permintaan biaya ambulans sebesar Rp1,5 juta untuk pemulangan jenazah bayi dari Pekanbaru ke Duri.
“Kami merasa tidak ada tanggung jawab. Anak kami sudah meninggal, tapi masih dibebankan biaya ambulans,” kata Samosir.
Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Permata Hati Duri, Maspal Yopi, SKM, saat dikonfirmasi menyampaikan pihak rumah sakit belum dapat memberikan keterangan dan akan melakukan audit internal.
Tim media juga telah menyampaikan sejumlah pertanyaan resmi pada selasa 20/01/26 Melalui pesan WhatsApp kepada pihak manajemen RS Permata Hati terkait kronologis penanganan, tindakan medis sesuai SOP, proses rujukan, dugaan kendala teknis, serta isu permintaan biaya ambulans. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban resmi yang diberikan.
Atas kejadian ini, keluarga Samosir meminta Kepada Ibu Bupati Bengkalis melalui Dinas Kesehatan untuk turun tangan mengusut tuntas dugaan kelalaian dan mengevaluasi pelayanan RS Permata Hati Duri agar kejadian serupa tidak terulang.(Tim)
