SERDANG BEDAGAI – Program revitalisasi pembangunan gedung SD Negeri 102062 Bangun Bandar, Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, dilaksanakan sesuai mekanisme Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan skema swakelola yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi proyek, revitalisasi tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan revitalisasi ini dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Negeri 102062 Bangun Bandar dengan nilai anggaran sebesar Rp458.920.000, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025, dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Dalam pelaksanaannya, pengelolaan anggaran dan pembangunan dilakukan langsung oleh pihak sekolah melalui P2SP yang melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah, konsultan, serta tenaga tukang yang berpengalaman di bidang konstruksi bangunan sekolah. Skema swakelola ini bertujuan agar pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil sekolah serta memberikan manfaat langsung bagi peserta didik dan masyarakat sekitar.
Dari sisi pengawasan dan transparansi, P2SP bertanggung jawab mengelola dana secara akuntabel serta menyusun laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku. Skema ini juga membuka ruang partisipasi aktif masyarakat sehingga dapat meningkatkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap sarana pendidikan.
Adapun mekanisme pencairan dana bantuan revitalisasi dilakukan secara bertahap, yakni 70 persen pada tahap pertama dan 30 persen pada tahap kedua, setelah progres fisik pembangunan mencapai minimal 70 persen, sesuai dengan ketentuan program revitalisasi satuan pendidikan.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan pada Sabtu, 17 Januari 2026, proses revitalisasi gedung sekolah tersebut menggunakan material seperti lisplang dan ring baja ringan yang dinyatakan sesuai dengan RAB. Saat ini, kegiatan pembangunan diketahui masih dihentikan sementara karena sebagian material bangunan belum tiba dan masih dalam proses pengadaan dari Medan.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Sekolah SD Negeri 102062 Bangun Bandar berinisial (K) menyampaikan bahwa dirinya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena sedang dalam kondisi sakit.
“Saya sakit bang, saya belum bisa masuk kantor karena masih istirahat,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat sekitar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah, panitia pembangunan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program revitalisasi tersebut. Warga berharap pembangunan gedung sekolah dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan tepat waktu demi menunjang kenyamanan serta kualitas proses belajar mengajar bagi para siswa.(LB)
