Redaksi24jam.com Palembang – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel ) , H. Ari Narsa memberikan tanggapan terkait video viral dugaan pungutan liar (pungli) yang menimpa relawan bantuan Aceh di Terminal Karya Jaya Kertapati Palembang.
Pernyataan tegas tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi @dishub_sumsel pada. Jumat (09/01/2026).
Dalam unggahan tersebut, Ari selaku Kadishub Provinsi Sumsel membantah bahwa oknum yang ada di video viral tersebut adalah anggotanya.
“Izin kami klarifikasi bahwasanya petugas/personil Dishub Provinsi Sumsel tidak ada satupun yang ditugaskan atau diperbantukan di Terminal Karya Jaya,” tegas Ari.
Ari beberapa tahun yl pernah menjabat Kadis Perhubungan Kabupaten Musi Rawas ( Mura ) itu menambahkan, terkait informasi viral tentang pungutan liar di Terminal Karya Jaya, pihaknya menjamin tidak ada keterlibatan personil dari kedinasan provinsi di lokasi tersebut.
“Sekali lagi kami tegaskan, tidak ada satu pun petugas yang ditugaskan di Terminal Karya Jaya Palembang,” tegasnya.
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan video seorang wanita relawan asal Banten yang membawa bantuan menuju Aceh. Ia mengaku terkena pungli oleh oknum petugas saat melintas di Palembang.
“Jadi guys kita kena tilang oleh dishub, aneh kita mau ke Aceh, ini uangnya,” ujar wanita dalam video tersebut.
Ia mengklaim dimintai uang Rp 150 ribu per mobil kecil dan menyebut transaksi dilakukan di dalam sebuah warung.
Berbeda dengan Dishub Provinsi, petugas dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan (instansi di bawah Kemenhub pusat) yang bertugas di lokasi memberikan jklarifikasi resmi.
Tiga petugas BPTD secara tegas membantah telah menerima uang.
Mereka menyatakan hanya menerima dua botol minuman kaleng sebagai ucapan terima kasih setelah membantu mengarahkan sopir yang kedapatan mengemudikan kendaraan dengan STNK mati di depan Terminal Karya Jaya ( Rif ).
